Mendapatkan Dukungan Para Pemangku Kepentingan dalam Proses Pengadaan
Peran pengadaan terus berubah dan pendekatan baru pun diperlukan. Para pemimpin di bidang pengadaan mengubah proses lama dan menggantinya dengan etos, metode, serta teknologi baru. Namun, penyesuaian ini juga membutuhkan kerja sama dari semua departemen di seluruh organisasi untuk membangun hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan.
Tidak ada jawaban baku untuk melakukan transformasi dengan cepat dan membangun keterlibatan yang efektif. Meskipun demikian, praktik terbaik tetap ada dan pendekatan tertentu dapat diterapkan untuk memastikan transformasi pengadaan yang sukses dan berkelanjutan. Kami telah merangkum beberapa tips untuk membantu Anda berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan secara lebih efektif:
1.Menyelaraskan Proses dan Sasaran
Menyelaraskan proses operasional akan meningkatkan kelancaran alur kerja antara pimpinan pengadaan dan para pemangku kepentingan guna membangun tim yang lebih lintas fungsi.
Selain itu, penting pula untuk memastikan keselarasan tujuan strategis dengan pemangku kepentingan dengan melibatkan mereka dalam proses pengadaan. Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan semua pihak memahami tujuan kegiatan tersebut dan memberikan pembaruan perkembangan secara berkala.
Dengan demikian, mengintegrasikan kedua elemen ini tidak hanya akan membantu menyederhanakan proses pengadaan, tetapi juga organisasi secara keseluruhan sebagai tanggung jawab bersama di antara berbagai pemangku kepentingan di dalam organisasi.
2.Memahami Peran Bagian Pengadaan
Peran tradisional bagian pengadaan sering kali terpinggirkan karena dalam banyak kasus dianggap sekadar sebagai penghemat biaya dalam suatu organisasi.
Dengan mengubah narasi mengenai peran mereka kepada rekan-rekan kerja, bagian pengadaan memiliki peluang lebih besar untuk melibatkan pemangku kepentingan utama agar menjadi agen perubahan dan membawa organisasi ke tingkat yang sama sekali baru. Lakukan komunikasi yang lebih intensif untuk membantu pemangku kepentingan lebih memahami peran lain dari fungsi pengadaan dalam bisnis mereka. Pahami dengan lebih baik apa peran utama masing-masing departemen, tantangan sehari-hari, serta tujuan yang mereka tetapkan untuk diri mereka sendiri guna meningkatkan citra fungsi pengadaan di dalam organisasi. Untuk meningkatkan citra fungsi pengadaan, para pemimpin perlu memahami peran departemen lain dalam organisasi dan ho
3.Meningkatkan transparansi kegiatan pengadaan
Fokus utama fungsi pengadaan tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya penghematan biaya bagi organisasi, karena hal itu hanya akan menutupi visibilitas kompetensi pengadaan lainnya. Sebaliknya, fokus tersebut juga harus mencakup kemampuan lain, termasuk mencari pemasok yang berkelanjutan, memitigasi risiko, dan meningkatkan kepatuhan. Dengan demikian, visibilitas kegiatan pengadaan dapat ditingkatkan. Selanjutnya, para pemimpin pengadaan dapat mulai berfokus pada inovasi di luar penghematan biaya serta manfaat tambahannya, seperti:
- Manajemen risiko
- Konsultasi CSR
- Keahlian keuangan
- Konsultasi internasional dan domestik
- Inovator
Akibatnya, setelah mitra strategis dan manfaatnya diakui, para pemimpin pengadaan dapat mulai mencari metrik untuk mengukur kesuksesan mereka di bagian lain dari bisnis dan mempertahankan kesuksesan proses pengadaan.

4.Pengelolaan Komunikasi dan Dukungan Organisasi
Beradaptasi dengan perubahan bisa jadi tidak nyaman, dan hal yang sama berlaku saat menerapkan strategi pengadaan baru. Untuk memastikan transisi yang lancar bersama para pemangku kepentingan, komunikasi yang berkelanjutan perlu dijaga. Hal ini membantu menegaskan kembali bahwa setiap sudut pandang pemangku kepentingan sangat dihargai oleh tim pengadaan. Dengan demikian, mereka cenderung bersedia melaksanakan strategi baru dan menyelesaikan tugas di bagian mereka, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan organisasi.
Banyak organisasi menyadari pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan. Meskipun demikian, upaya untuk melibatkan mereka secara efektif seringkali kurang optimal. Selain itu, mentransformasi proses pengadaan perusahaan bukanlah tugas yang mudah, namun proses ini dapat disederhanakan jika setiap departemen memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran masing-masing dalam organisasi. Hal ini memerlukan kolaborasi yang efektif dan meningkatkan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk pengadaan yang lancar dapat memakan waktu, dan kami memahami apa yang perlu Anda lalui untuk menyederhanakan proses tersebut. Oleh karena itu, kami siap mendampingi Anda di setiap langkah untuk memastikan Anda dapat menjalani proses digitalisasi dengan mudah. Mulai dari konsultasi dengan anggota tim kami, membahas persyaratan bersama berbagai pemangku kepentingan, hingga berhasil mendigitalisasi proses pengadaan Anda dengan ADAM
Beralihlah untuk memaksimalkan dampak kolaborasi demi proses pengadaan yang bebas risiko.
Hubungi Kami
Proses procurement atau pengadaan yang modern biasanya melibatkan solusi digital seperti e-procurement system. Sistem ini dirancang untuk membantu proses yang biasanya tidak tercakup di proses pengadaan atau purchasing secara general. Di era banyak perusahaan menggunakan ERP, biasanya sistem ERP sudah memiliki modul purchasing yang terintegrasi. Tapi tidak semua sistem ERP memiliki fungsi untuk sourcing atau pencarian dan pengelolaan vendor. Padahal jika kita lihat pada alur proses procurement di atas terdapat fungsi seperti RFQ, Pencarian Vendor, Pengelolaan Kontrak, dll, yang juga merupakan satu kesatuan proses Procurement. Sehingga di banyak perusahaan, proses yang tidak termasuk dalam fungsi ERP umumnya ini dilakukan oleh bagian pengadaan atau legal secara manual.
SupplyCart Adam adalah solusi e-procurement yang telah digunakan di puluhan perusahaan di Asia, memberikan kemudahan untuk proses Procurement seperti:
- Vendor Registration
- RFQ dan RFx
- Tender Qualification
- Awarding
- Hingga integrasi proses Procure to Pay dengan ERP
Dengan eProcurement ADAM, perusahaan yang sudah menggunakan ERP bisa memiliki proses procurement yang ter-digitalisasi secara penuh. Sehingga akan mengefisiensikan proses, mengurangi kompleksitas pengelolaan dokumen, dan meningkatkan keamanan dan akuntabilitas proses. Hubungi tim kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang e-procurement Adam.

