Perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) membuat banyak perusahaan mulai mempertanyakan relevansi Enterprise Resource Planning (ERP). Menjawab hal tersebut, IDU (Inti Data Utama) bersama Universitas Kristen Maranatha Bandung mengadakan kuliah tamu bertema “Critical Success Factor in ERP Implementation” pada 11 Mei 2026.
Acara ini menghadirkan dua pembicara berpengalaman di bidang ERP dan transformasi bisnis, yaitu Andreas Dwi Prayudi dan Fikri Kawakibi. Keduanya membagikan wawasan mengenai pentingnya ERP, tantangan implementasi, hingga faktor-faktor yang menentukan keberhasilan sebuah proyek ERP.
ERP Tetap Relevan di Era AI
Dalam sesi pembukaan, Pembicara menjelaskan bahwa ERP masih menjadi sistem penting dalam operasional perusahaan modern. Menurutnya, perusahaan saat ini membutuhkan data yang reliabel, terintegrasi, dan mudah diakses untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Selain itu, ERP membantu seluruh fungsi bisnis saling terhubung, mulai dari keuangan, operasional, distribusi, hingga manajemen inventori. Hal ini membuat perusahaan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan pasar dan meningkatkan daya saing.
Materi juga menyoroti bahwa AI bukan pengganti ERP. Sebaliknya, AI justru memperkuat kemampuan ERP melalui otomatisasi data, analisis prediktif, hingga interface yang lebih interaktif. ERP modern kini berkembang dari sekadar system of record menjadi system of intelligence.
Implementasi ERP Bukan Sekadar Instalasi Software
Salah satu poin penting dalam kuliah tamu ini adalah perubahan pandangan terhadap implementasi ERP. ERP tidak lagi dianggap hanya sebagai proyek IT, tetapi sebagai proyek transformasi strategis perusahaan. Implementasi ERP melibatkan perubahan proses bisnis, budaya kerja, hingga pola komunikasi antar divisi. Karena itu, keberhasilan implementasi ERP sangat dipengaruhi oleh kesiapan organisasi secara menyeluruh.
Lalu pembicara menjelaskan bahwa struktur organisasi implementasi ERP harus jelas, mulai dari steering committee, project manager, consultant, IT division, hingga end user. Seluruh pihak harus memiliki koordinasi dan tanggung jawab yang terarah agar proyek berjalan efektif.
Strategi Implementasi ERP yang Digunakan Perusahaan
Dalam implementasi ERP, perusahaan dapat memilih beberapa pendekatan sesuai kebutuhan bisnis. Beberapa strategi yang dibahas antara lain:
Big Bang Approach, Seluruh sistem langsung diganti dalam satu waktu. Strategi ini memberikan hasil lebih cepat, tetapi memiliki risiko gangguan operasional yang tinggi.
Phased Approach, Implementasi dilakukan secara bertahap per divisi atau modul. Pendekatan ini lebih aman, tetapi membutuhkan waktu implementasi lebih lama.
Parallel Approach, Perusahaan menjalankan sistem lama dan ERP baru secara bersamaan untuk sementara waktu. Strategi ini membantu meminimalkan risiko, namun meningkatkan biaya operasional.
Pilot Approach, ERP diterapkan terlebih dahulu pada unit tertentu sebelum diterapkan ke seluruh perusahaan. Pendekatan ini membantu proses evaluasi dan pembelajaran implementasi.
Faktor Penentu Keberhasilan ERP, Salah satu pembahasan utama dalam kuliah tamu ini adalah mengenai Critical Success Factors dalam implementasi ERP. Terdapat tiga faktor utama yang menjadi penentu keberhasilan proyek ERP, yaitu:
Executive Support, Dukungan manajemen puncak sangat penting dalam pengambilan keputusan, penyediaan anggaran, dan pengawasan proyek ERP.
Humanizing ERP, ERP bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga manusia. Pengguna sistem harus dilibatkan agar dapat menerima perubahan dan menggunakan sistem dengan maksimal.
Goal & Governance, Perusahaan harus memiliki tujuan implementasi yang jelas, terukur, dan sesuai strategi bisnis. Selain itu, governance yang baik diperlukan untuk mengontrol scope proyek dan menghindari customisasi berlebihan.
Di akhir sesi, para pembicara menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memahami cara menggunakan software ERP. Dunia industri membutuhkan talenta yang mampu memahami proses bisnis sekaligus teknologi. Kemampuan analisis bisnis, problem solving, dan pemahaman integrasi sistem menjadi skill penting bagi generasi muda yang ingin berkarier di bidang ERP dan digital transformation.
Meski teknologi AI berkembang pesat, ERP tetap dibutuhkan sebagai pusat integrasi data dan proses bisnis. Keberhasilan implementasi ERP tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga strategi, manusia, dan tata kelola organisasi. Melalui acara ini, mahasiswa mendapatkan wawasan nyata mengenai tantangan dan peluang implementasi ERP di dunia industri modern.
Hubungi Kami
Sejak 1999, Inti Data Utama (IDU) telah membantu ratusan perusahaan skala kecil dan menengah mencapai potensi maksimal mereka. Selama lebih dari 20 tahun, Inti Data Utama (IDU) telah mapan sebagai penyedia solusi ERP terkemuka di Indonesia. Keahlian ini menjadikan mereka pilihan utama untuk kebutuhan transformasi digital bisnis Anda.
Kami bekerja sama dengan mitra kelas dunia seperti SAP dan Microsoft untuk memberikan solusi teknologi yang tepat guna. IDU telah melayani lebih dari 250 klien di Indonesia dan Asia. Ini membuktikan kemampuan kami meningkatkan efisiensi serta produktivitas bisnis di sektor manufaktur, distribusi, dan ritel.
Berkantor pusat di Jakarta, IDU memiliki cabang di Bandung dan Surabaya. Ini memungkinkan kami melayani pelanggan secara luas serta menyeluruh di seluruh Indonesia dan Asia.
Dalam dunia bisnis dan akuntansi, istilah AR dan AP merupakan dua hal yang sangat sering digunakan dalam proses keuangan perusahaan. Keduanya berhubungan dengan transaksi kredit yang terjadi dalam operasional bisnis sehari-hari. Meski terdengar mirip, AR dan AP memiliki fungsi yang berbeda dan sama-sama penting dalam menjaga kestabilan cash flow perusahaan.
Banyak perusahaan, terutama bisnis yang sedang berkembang, masih sering bingung membedakan antara AR dan AP. Padahal, memahami perbedaan keduanya dapat membantu bisnis mengelola keuangan dengan lebih baik dan menghindari berbagai masalah finansial di masa depan.
Apa Itu AR (Account Receivable)?
AR atau Account Receivable adalah piutang usaha, yaitu sejumlah uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan akibat transaksi penjualan secara kredit. AR muncul ketika perusahaan menjual produk atau jasa kepada customer tetapi pembayaran belum dilakukan secara langsung. Dengan kata lain, perusahaan memberikan tempo pembayaran kepada pelanggan dalam jangka waktu tertentu.
Dalam laporan keuangan, AR termasuk ke dalam aset lancar karena merupakan hak perusahaan untuk menerima uang. Pengelolaan AR yang baik sangat penting bagi perusahaan karena berhubungan langsung dengan pemasukan bisnis. Jika terlalu banyak piutang yang belum dibayar, maka cash flow perusahaan dapat terganggu meskipun penjualan terlihat tinggi.
Apa Itu AP (Account Payable)?
AP atau Account Payable adalah hutang usaha, yaitu kewajiban perusahaan untuk membayar supplier, vendor, atau pihak lain akibat pembelian barang maupun jasa secara kredit. Jika AR adalah uang yang harus diterima perusahaan, maka AP merupakan uang yang harus dibayarkan perusahaan.
AP atau Account Payable adalah hutang usaha, yaitu kewajiban perusahaan untuk membayar supplier, vendor, atau pihak lain akibat pembelian barang maupun jasa secara kredit.
Jika AR adalah uang yang harus diterima perusahaan, maka AP merupakan uang yang harus dibayarkan perusahaan.
Perbedaan AR dan AP
Walaupun sama-sama berkaitan dengan transaksi kredit, AR dan AP memiliki perbedaan mendasar.
1. Perbedaan dari Segi Pengertian
Account Receivable (AR) atau piutang usaha adalah uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan setelah transaksi penjualan secara kredit. Dalam kondisi ini, perusahaan telah menyerahkan barang atau jasa, tetapi pembayaran belum diterima.
Sementara itu, Account Payable (AP) atau hutang usaha merupakan kewajiban perusahaan kepada supplier atau vendor. Kewajiban tersebut muncul karena pembelian barang atau jasa dilakukan secara kredit. Dengan kata lain, perusahaan harus melakukan pembayaran pada waktu yang telah disepakati.
2. Perbedaan dari Segi Fungsi
Fungsi utama AR adalah memantau tagihan pelanggan yang belum dibayar. Pengelolaan piutang yang baik membantu perusahaan menjaga arus kas tetap stabil. Selain itu, risiko piutang macet juga dapat diminimalkan.
Di sisi lain, AP berfungsi untuk mengontrol kewajiban pembayaran kepada supplier. Pembayaran yang dilakukan tepat waktu akan menjaga hubungan bisnis tetap baik. Dengan demikian, operasional perusahaan dapat berjalan tanpa hambatan.
3. Perbedaan dari Segi Cash Flow
AR berkaitan langsung dengan arus kas masuk perusahaan. Setelah pelanggan melunasi tagihan, perusahaan akan menerima pemasukan dari transaksi tersebut. Oleh karena itu, semakin cepat pembayaran diterima, semakin sehat kondisi cash flow perusahaan.
Sebaliknya, AP berkaitan dengan arus kas keluar. Perusahaan perlu mengeluarkan dana untuk membayar kewajiban kepada supplier atau vendor. Karena itu, pengelolaan AP yang baik sangat penting untuk menjaga keseimbangan keuangan perusahaan.
4. Perbedaan dari Segi Pihak yang Terlibat
Dalam proses AR, pihak yang terlibat adalah customer atau pelanggan. Mereka memiliki kewajiban untuk membayar perusahaan setelah menerima barang atau jasa yang telah diberikan.
Sementara itu, AP melibatkan supplier atau vendor sebagai pihak utama. Mereka menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan dan menunggu pembayaran sesuai kesepakatan yang berlaku.
5. Perbedaan dalam Laporan Keuangan
Dalam laporan keuangan, AR dicatat sebagai aset lancar. Hal ini karena piutang usaha merupakan hak perusahaan yang akan berubah menjadi pemasukan pada masa mendatang.
Sebaliknya, AP dicatat sebagai kewajiban lancar. Hutang usaha termasuk kewajiban jangka pendek yang harus diselesaikan sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah ditentukan.
6. Perbedaan dari Segi Risiko
Risiko utama pada AR adalah keterlambatan pembayaran atau piutang macet dari pelanggan. Jika jumlah tagihan yang belum dibayar terlalu besar, kondisi cash flow perusahaan dapat terganggu. Oleh sebab itu, perusahaan perlu melakukan pemantauan piutang secara berkala.
Di sisi lain, AP memiliki risiko keterlambatan pembayaran kepada supplier. Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan kerja sama dan menghambat kelancaran operasional bisnis. Karena itu, perusahaan harus memastikan seluruh kewajiban dibayar tepat waktu.
7. Perbedaan dari Segi Contoh Transaksi
Contoh AR dapat dilihat ketika perusahaan menjual produk kepada pelanggan dengan tempo pembayaran selama 30 hari. Selama tagihan tersebut belum dilunasi, transaksi akan dicatat sebagai piutang usaha.
Sementara itu, contoh AP terjadi ketika perusahaan membeli bahan baku dari supplier menggunakan sistem pembayaran tempo. Selama pembayaran belum dilakukan, transaksi tersebut akan dicatat sebagai hutang usaha.
Mengapa AR dan AP Penting dalam Bisnis?
AR dan AP memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan finansial perusahaan. Keduanya membantu bisnis mengontrol pemasukan dan pengeluaran agar cash flow tetap stabil. Jika AR tidak dikelola dengan baik, perusahaan bisa mengalami masalah piutang macet atau keterlambatan pembayaran dari pelanggan. Hal tersebut dapat menyebabkan kekurangan dana operasional.
Di sisi lain, jika AP tidak terkontrol, perusahaan dapat mengalami penumpukan hutang atau keterlambatan pembayaran kepada supplier yang berisiko merusak hubungan bisnis. Karena itu, perusahaan perlu memiliki sistem pencatatan yang rapi agar seluruh transaksi AR dan AP dapat dipantau dengan baik.
Pengelolaan AR dan AP dengan Sistem ERP
Saat ini banyak perusahaan menggunakan software accounting atau sistem ERP untuk membantu pengelolaan AR dan AP secara otomatis. Sistem ERP memungkinkan perusahaan memantau tagihan pelanggan, mengatur jadwal pembayaran supplier, hingga membuat laporan keuangan secara real-time. Selain itu, penggunaan sistem digital juga membantu mengurangi kesalahan pencatatan manual dan meningkatkan efisiensi kerja tim finance. Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, perusahaan dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih cepat dan akurat.
Hubungi Kami
Sejak 1999, Inti Data Utama (IDU) telah membantu ratusan perusahaan skala kecil dan menengah mencapai potensi maksimal mereka. Selama lebih dari 20 tahun, Inti Data Utama (IDU) telah mapan sebagai penyedia solusi ERP terkemuka di Indonesia. Keahlian ini menjadikan mereka pilihan utama untuk kebutuhan transformasi digital bisnis Anda.
Kami bekerja sama dengan mitra kelas dunia seperti SAP dan Microsoft untuk memberikan solusi teknologi yang tepat guna. IDU telah melayani lebih dari 250 klien di Indonesia dan Asia. Ini membuktikan kemampuan kami meningkatkan efisiensi serta produktivitas bisnis di sektor manufaktur, distribusi, dan ritel.
Berkantor pusat di Jakarta, IDU memiliki cabang di Bandung dan Surabaya. Ini memungkinkan kami melayani pelanggan secara luas serta menyeluruh di seluruh Indonesia dan Asia.
Dalam dunia bisnis modern, pengelolaan gudang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan. Gudang bukan hanya tempat penyimpanan barang, tetapi juga menjadi pusat pengaturan arus barang masuk dan keluar yang berhubungan langsung dengan distribusi, penjualan, hingga kepuasan pelanggan.
Seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan pasar, perusahaan dituntut untuk bekerja lebih cepat, akurat, dan efisien. Pengelolaan gudang secara manual sering kali menimbulkan berbagai masalah seperti kesalahan pencatatan stok, keterlambatan pengiriman, hingga ketidaksesuaian data inventaris. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai menggunakan sistem digital untuk membantu aktivitas pergudangan, salah satunya adalah Warehouse Management System (WMS).
Warehouse Management System menjadi solusi yang mampu membantu perusahaan mengelola gudang secara lebih terstruktur, otomatis, dan real-time. Sistem ini kini banyak digunakan oleh berbagai jenis bisnis mulai dari retail, distribusi, manufaktur, hingga e-commerce karena mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.
Apa Itu Warehouse Management System?
Warehouse Management System atau WMS adalah sistem berbasis software yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola seluruh aktivitas pergudangan. Sistem ini digunakan untuk mengontrol proses penyimpanan barang, perpindahan stok, penerimaan barang, hingga proses pengiriman agar berjalan lebih efektif dan efisien.
Secara sederhana, WMS berfungsi sebagai pusat pengelolaan gudang yang memungkinkan perusahaan mengetahui kondisi stok barang secara real-time. Dengan adanya sistem ini, perusahaan dapat memantau lokasi penyimpanan barang, jumlah stok yang tersedia, serta aktivitas keluar-masuk barang secara lebih akurat.
Warehouse Management System biasanya terintegrasi dengan sistem lain seperti ERP (Enterprise Resource Planning), sistem penjualan, hingga sistem distribusi sehingga seluruh proses bisnis dapat berjalan secara terhubung.
Fitur Utama dalam Warehouse Management System
Setiap Warehouse Management System umumnya memiliki beberapa fitur utama yang mendukung aktivitas pergudangan.
Inventory Management, Membantu memantau jumlah stok secara real-time.
Barcode & RFID Scanning, Mempermudah proses identifikasi dan pelacakan barang.
Warehouse Tracking, Memantau lokasi penyimpanan barang di dalam gudang.
Order Management, Mengatur proses pesanan hingga pengiriman barang.
Reporting & Analytics, Menyediakan laporan operasional dan analisis data gudang.
Integration System, Terhubung dengan sistem ERP, accounting, maupun supply chain.
Tantangan Pengelolaan Gudang Tanpa WMS
Perusahaan yang masih menggunakan sistem manual biasanya menghadapi berbagai kendala operasional, seperti:
Data stok yang sering tidak akurat
Proses pencarian barang memakan waktu lama
Risiko kehilangan barang lebih tinggi
Kesalahan pengiriman barang
Sulit melakukan monitoring stok secara real-time
Produktivitas operasional yang rendah
Manfaat Warehouse Management System bagi Perusahaan
Penggunaan Warehouse Management System (WMS) memberikan dampak besar terhadap efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Sistem ini tidak hanya membantu mengelola gudang secara lebih terstruktur, tetapi juga mendukung kelancaran proses bisnis secara keseluruhan. Berikut beberapa manfaat utama Warehouse Management System bagi perusahaan:
1.Meningkatkan Efisiensi Operasional
WMS membantu mempercepat proses kerja di gudang mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, hingga pengiriman. Sistem yang terotomatisasi membuat aktivitas operasional menjadi lebih teratur, cepat, dan efisien sehingga perusahaan dapat menghemat waktu kerja.
2.Mengurangi Human Error
Pengelolaan stok secara manual sering menyebabkan kesalahan pencatatan atau kesalahan pengiriman barang. Dengan WMS, seluruh data tercatat secara digital dan real-time sehingga risiko human error dapat diminimalkan.
3.Mempermudah Monitoring Stok
Warehouse Management System memungkinkan perusahaan memantau jumlah stok dan lokasi barang secara real-time. Hal ini membantu perusahaan menghindari masalah kehabisan stok maupun penumpukan barang di gudang.
4.Mempercepat Proses Picking dan Packing
WMS membantu staf gudang menemukan lokasi barang dengan lebih cepat dan akurat. Proses pengambilan serta pengemasan barang menjadi lebih efisien sehingga pengiriman dapat dilakukan lebih cepat.
5.Meningkatkan Produktivitas Karyawan
Dengan sistem kerja yang lebih terstruktur, karyawan dapat bekerja lebih efektif tanpa harus melakukan banyak proses manual. Hal ini membantu meningkatkan produktivitas operasional gudang.
6.Membantu Pengambilan Keputusan Bisnis
Warehouse Management System menyediakan data dan laporan operasional secara real-time. Informasi ini membantu manajemen dalam mengambil keputusan yang lebih tepat terkait stok, distribusi, dan operasional gudang.
Bisnis yang Cocok Menggunakan Warehouse Management System
Warehouse Management System cocok digunakan oleh berbagai jenis perusahaan, terutama bisnis dengan aktivitas pergudangan yang kompleks. Beberapa jenis bisnis yang umum menggunakan WMS antara lain:
Perusahaan distribusi
Retail dan supermarket
E-commerce
Industri manufaktur
Perusahaan logistik
Bisnis supply chain
Industri makanan dan minuman
Farmasi dan kesehatan
Peran Warehouse Management System di Era Digital
Di era digital saat ini, kecepatan dan akurasi menjadi faktor utama dalam persaingan bisnis. Perusahaan dituntut mampu memberikan layanan yang cepat, efisien, dan minim kesalahan.Warehouse Management System membantu perusahaan beradaptasi dengan kebutuhan industri modern melalui otomatisasi dan digitalisasi proses pergudangan. Selain meningkatkan efisiensi internal perusahaan, penggunaan WMS juga membantu meningkatkan pengalaman pelanggan karena proses pengiriman menjadi lebih cepat dan akurat.
Di tengah pertumbuhan investasi dan ekspansi perusahaan asal China di Indonesia, tantangan operasional tidak lagi hanya soal penjualan atau distribusi. Salah satu tantangan terbesar justru berada di balik layar: bagaimana mengelola transaksi lintas negara dengan akurat, cepat, dan transparan.
Banyak perusahaan yang sedang berekspansi ke Indonesia masih mengandalkan spreadsheet seperti Excel untuk mengelola transaksi multi-mata uang. Sekilas metode ini terlihat sederhana dan hemat biaya. Namun, ketika bisnis mulai berkembang, volume transaksi meningkat, dan kebutuhan laporan menjadi lebih kompleks, metode manual justru menjadi sumber risiko yang dapat mengganggu stabilitas finansial perusahaan.
Terutama bagi perusahaan yang harus beroperasi dengan:
Mata uang lokal Indonesia (IDR)
Mata uang kantor pusat di China (CNY)
Mata uang perdagangan internasional seperti USD
Ketergantungan pada proses manual dapat memperlambat pengambilan keputusan dan meningkatkan potensi kesalahan finansial.
Risiko Besar di Balik Pengelolaan Multi-Currency Secara Manual
1. Human Error yang Sulit Dihindari Input nilai tukar secara manual sangat rentan terhadap kesalahan. Salah memasukkan kurs, salah penempatan angka desimal, hingga penggunaan rate yang tidak sesuai tanggal transaksi dapat menyebabkan perbedaan besar pada laporan keuangan.
Dalam skala bisnis internasional, kesalahan kecil seperti ini dapat berdampak besar:
Selisih laporan konsolidasi
Margin profit yang tidak akurat
Kesalahan valuasi inventory atau purchasing
Ketidaksesuaian laporan antara cabang Indonesia dan kantor pusat di China
Semakin besar volume transaksi, semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung perusahaan.
2. Kurs Tidak Real-Time Membuat Data Tidak Relevan Nilai tukar mata uang bergerak sangat cepat. Ketika tim finance masih memperbarui kurs secara manual melalui Excel, sering kali data yang digunakan sudah tidak relevan saat laporan dibuat.
Akibatnya:
Laporan keuangan menjadi kurang akurat
Forecast cash flow menjadi tidak presisi
Pengambilan keputusan bisnis menjadi berisiko
Kantor pusat kesulitan mendapatkan visibilitas kondisi finansial yang aktual
Dalam bisnis modern, keputusan strategis membutuhkan data yang real-time, bukan data yang tertinggal beberapa hari atau bahkan beberapa jam.
SAP Business One: Solusi ERP untuk Operasional Multi-Negara
Untuk perusahaan China yang ingin membangun operasional yang lebih terintegrasi di Indonesia, SAP Business One hadir sebagai solusi ERP yang dirancang untuk mendukung bisnis dengan kebutuhan multi-currency dan multi-entity.
Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat mengelola seluruh transaksi keuangan dalam satu platform yang terkoneksi secara real-time.
Multi-Currency Reporting dalam Satu Database
SAP Business One memungkinkan perusahaan untuk:
Menjalankan transaksi dalam berbagai mata uang
Menyusun laporan dalam IDR untuk kebutuhan lokal dan pajak Indonesia
Menampilkan laporan dalam CNY atau USD untuk kebutuhan grup perusahaan dan kantor pusat
Semua dilakukan dalam satu database yang sama, tanpa perlu membuat file terpisah atau rekonsiliasi manual yang memakan waktu.
Hal ini memberikan efisiensi sekaligus konsistensi data di seluruh cabang perusahaan.
Automatic Exchange Rate Tracking
SAP Business One secara otomatis menyimpan histori nilai tukar dan membantu memastikan setiap transaksi menggunakan rate yang sesuai.
Keuntungan utama:
Mengurangi risiko kesalahan input manual
Menjaga konsistensi laporan keuangan
Mempermudah audit dan pelacakan transaksi
Memberikan transparansi penuh terhadap fluktuasi kurs
Bagi perusahaan dengan aktivitas import, export, purchasing internasional, maupun intercompany transaction, fitur ini menjadi sangat krusial.
Transparansi Finansial yang Lebih Presisi
Ekspansi bisnis lintas negara membutuhkan lebih dari sekadar pertumbuhan penjualan. Perusahaan membutuhkan sistem yang mampu memberikan:
Kontrol finansial yang akurat
Monitoring cash flow secara real-time
Visibilitas operasional lintas cabang
Konsistensi data antara Indonesia dan kantor pusat
Dengan beralih dari Excel ke SAP Business One, perusahaan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja tim finance, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih scalable dan siap berkembang.
Di era transformasi digital, keputusan bisnis yang cepat hanya bisa dihasilkan dari data yang akurat.
Mengapa Memilih PT. Inti Data Utama?
Sebagai partner implementasi ERP berpengalaman di Indonesia, PT. Inti Data Utama telah membantu berbagai perusahaan nasional maupun multinasional dalam melakukan transformasi digital melalui implementasi ERP.
Dengan pengalaman menangani berbagai industri seperti:
Manufacturing
Distribution
Retail
Food & Beverage
Trading
Multi-company business
PT. Inti Data Utama membantu perusahaan mengimplementasikan sistem ERP yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan regulasi bisnis di Indonesia.
Mulai dari implementasi, konsultasi, training, hingga support jangka panjang, seluruh proses dilakukan untuk memastikan perusahaan dapat menjalankan operasional yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.
Saatnya Tinggalkan Proses Manual
Jika perusahaan Anda masih mengandalkan Excel untuk mengelola transaksi lintas negara, sekarang adalah waktu yang tepat untuk beralih ke sistem yang lebih modern dan terintegrasi.
Jangan biarkan:
Kesalahan kurs mata uang
Rekonsiliasi manual
Data yang tidak real-time
Ketidaksesuaian laporan antar negara
menghambat pertumbuhan bisnis Anda di Indonesia.
Optimalkan pengelolaan finansial perusahaan dengan SAP Business One bersama PT. Inti Data Utama dan bangun fondasi bisnis yang lebih akurat, scalable, dan siap menghadapi persaingan global.
Di tengah perkembangan bisnis yang semakin cepat, perusahaan dituntut untuk bekerja lebih efisien, terorganisir, dan mampu mengambil keputusan secara tepat. Namun, banyak bisnis masih menghadapi kendala seperti data yang tersebar di berbagai sistem, proses kerja yang dilakukan secara manual, hingga kurangnya koordinasi antar divisi. Untuk mengatasi hal tersebut, banyak perusahaan mulai menggunakan sistem ERP sebagai solusi dalam mengelola operasional bisnis secara terintegrasi.
Pengertian ERP
ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem perangkat lunak yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola dan mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu platform terpusat. Melalui ERP, seluruh aktivitas perusahaan seperti keuangan, penjualan, pembelian, inventaris, produksi, hingga sumber daya manusia dapat saling terhubung secara otomatis dan real-time. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat mengurangi pekerjaan manual, meminimalkan kesalahan data, serta meningkatkan efisiensi operasional.
ERP tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar, tetapi juga mulai banyak diterapkan oleh bisnis skala menengah hingga UKM yang ingin meningkatkan produktivitas dan mempercepat pertumbuhan bisnis.
Mengapa ERP Penting untuk Bisnis Anda?
Seiring bertambahnya aktivitas operasional, perusahaan membutuhkan sistem yang mampu mengelola data dan proses kerja secara lebih efektif. Penggunaan banyak aplikasi yang terpisah sering kali menyebabkan data tidak sinkron, proses kerja menjadi lambat, dan pengambilan keputusan menjadi kurang akurat. ERP hadir sebagai solusi yang membantu perusahaan menghubungkan seluruh proses bisnis ke dalam satu sistem yang saling terintegrasi.
Berikut beberapa alasan mengapa ERP menjadi penting bagi bisnis:
1. Mengintegrasikan Seluruh Divisi Perusahaan
Salah satu manfaat utama ERP adalah kemampuannya menghubungkan berbagai divisi dalam satu sistem. Data dari bagian penjualan, gudang, pembelian, hingga keuangan dapat diakses secara real-time tanpa perlu input berulang. Dengan integrasi ini, koordinasi antar tim menjadi lebih mudah dan risiko miskomunikasi dapat diminimalkan.
2. Meningkatkan Efisiensi Operasional
ERP membantu mengotomatisasi berbagai pekerjaan administratif dan operasional yang sebelumnya dilakukan secara manual. Proses seperti pembuatan invoice, pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga laporan keuangan dapat berjalan lebih cepat dan akurat. Hal ini membantu perusahaan menghemat waktu kerja sekaligus meminimalkan kesalahan data.
3. Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat dan Akurat
Karena seluruh data bisnis tersimpan dalam satu sistem, manajemen dapat memperoleh informasi secara real-time mengenai kondisi perusahaan. Mulai dari laporan penjualan, arus kas, performa bisnis, hingga ketersediaan stok dapat dipantau dengan lebih mudah. Dengan data yang akurat, perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat dan strategis.
4. Mempermudah Pengelolaan Keuangan
ERP memungkinkan perusahaan memantau seluruh aktivitas keuangan secara terintegrasi. Pencatatan pemasukan, pengeluaran, hutang, piutang, hingga laporan laba rugi dapat dikelola dalam satu sistem yang terpusat. Hal ini membantu perusahaan menjaga transparansi dan kontrol terhadap kondisi finansial bisnis.
5. Mengontrol Inventaris dan Stok Secara Real-Time
Bagi bisnis yang memiliki banyak produk atau material, pengelolaan stok menjadi hal yang sangat penting. ERP membantu perusahaan memantau pergerakan barang secara real-time sehingga jumlah stok dapat diketahui dengan lebih akurat. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat mengurangi risiko kelebihan stok (overstock), kekurangan barang, maupun kehilangan inventaris.
6. Mendukung Pertumbuhan Bisnis
Ketika bisnis berkembang, jumlah transaksi dan aktivitas operasional akan semakin kompleks. ERP membantu perusahaan tetap terorganisir karena seluruh proses bisnis telah terhubung dalam satu sistem. Dengan begitu, perusahaan dapat berkembang lebih cepat tanpa harus menambah terlalu banyak proses manual.
7. Meningkatkan Produktivitas Karyawan
Sistem kerja yang lebih terstruktur membuat karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif. Karena banyak proses sudah berjalan otomatis, tim dapat lebih fokus pada pekerjaan yang bersifat strategis dan pengembangan bisnis. Hal ini secara langsung membantu meningkatkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.
Hubungi Kami
Sejak 1999, Inti Data Utama (IDU) telah membantu ratusan perusahaan kecil dan menengah mencapai potensi maksimal mereka dalam bisnis Selama lebih dari 20 tahun, Inti Data Utama (IDU) telah mengimplementasikan ERP di lebih dari 350 perusahaan di Indonesia dan Asia. Pengalaman ini menjadikan Inti Data Utama sebagai pilihan tepat untuk kebutuhan transformasi digital bisnis Anda.
Kami bekerja sama dengan mitra kelas dunia seperti SAP, Microsoft, dan Oracle untuk memberikan solusi teknologi IT yang tepat guna bagi bisnis, di berbagai sektor bisnis seperti manufaktur, distribusi, ritel, jasa, F&B, dan masih banyak lagi.
Berkantor pusat di Jakarta, IDU memiliki cabang di Bandung dan Surabaya. Ini memungkinkan kami melayani pelanggan secara luas serta menyeluruh di seluruh Indonesia dan Asia.
Hubungi kami untuk informasi lebih lengkap tentang ERP dan implementasinya.
Dalam dunia bisnis modern, penggunaan sistem digital sudah menjadi kebutuhan untuk membantu perusahaan bekerja lebih efisien dan terorganisir. Salah satu teknologi yang paling sering digunakan adalah ERP (Enterprise Resource Planning) dan software accounting.
Meski keduanya sama-sama membantu pengelolaan bisnis, masih banyak perusahaan yang menganggap ERP dan software accounting adalah sistem yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi, cakupan, dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Memahami perbedaan antara ERP dan software accounting sangat penting agar perusahaan dapat memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis.
Apa Itu Software Accounting?
Software accounting adalah aplikasi yang dirancang khusus untuk membantu perusahaan mengelola aktivitas keuangan dan akuntansi. Sistem ini digunakan untuk mencatat transaksi, membuat invoice, mengelola hutang dan piutang, hingga menghasilkan laporan keuangan secara otomatis. Dengan menggunakan software accounting, proses pencatatan keuangan menjadi lebih cepat, rapi, dan akurat dibandingkan metode manual. Software accounting biasanya digunakan oleh bisnis kecil hingga menengah yang masih berfokus pada pengelolaan finansial perusahaan.
Apa Itu ERP?
ERP atau Enterprise Resource Planning adalah sistem yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis dalam satu platform terpusat. Berbeda dengan software accounting yang hanya fokus pada keuangan, ERP mencakup berbagai divisi dalam perusahaan seperti:
finance
sales
purchasing
inventory
warehouse
produksi
hingga human resource
Melalui sistem ERP, seluruh data antar divisi dapat saling terhubung secara real-time sehingga proses operasional perusahaan menjadi lebih efisien dan terkontrol.
Perbedaan ERP dan Software Accounting
Perbedaan paling mendasar antara ERP dan software accounting terletak pada cakupan sistemnya. Software accounting berfokus pada pengelolaan keuangan perusahaan, sedangkan ERP mengelola keseluruhan proses bisnis dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pada software accounting, data dari divisi lain biasanya masih perlu dimasukkan secara manual oleh tim finance. Sementara dalam ERP, seluruh data antar divisi terhubung secara otomatis. Misalnya ketika tim sales membuat transaksi penjualan, stok barang akan langsung berkurang dan laporan keuangan akan otomatis terupdate dalam sistem.
Selain itu, software accounting umumnya lebih sederhana dan mudah digunakan karena hanya memiliki fitur terkait keuangan. ERP memiliki sistem yang lebih kompleks karena dirancang untuk mendukung operasional bisnis yang lebih besar dan berkembang.
Dari sisi pengguna, software accounting biasanya hanya digunakan oleh tim accounting atau finance. Sedangkan ERP digunakan oleh banyak divisi dalam perusahaan karena seluruh aktivitas bisnis saling terhubung dalam satu platform.
Kapan Bisnis Membutuhkan Software Accounting?
Software accounting cocok digunakan oleh bisnis yang:
masih berskala mikro atau home industry
fokus utama pada pencatatan keuangan
memiliki operasional yang belum terlalu kompleks
dan belum membutuhkan integrasi antar divisi
Sistem ini membantu perusahaan mengelola laporan keuangan dengan lebih praktis dan efisien.
Kapan Bisnis Membutuhkan ERP?
ERP lebih cocok digunakan ketika bisnis mulai berkembang dan memiliki operasional yang lebih kompleks. Perusahaan biasanya mulai membutuhkan ERP saat:
jumlah transaksi semakin banyak,
pengelolaan stok semakin rumit,
banyak divisi harus saling terhubung,
dan perusahaan membutuhkan data real-time untuk pengambilan keputusan.
Dengan ERP, perusahaan dapat mengelola seluruh proses bisnis dalam satu sistem yang lebih terintegrasi.
Hubungi Kami
Sejak 1999, Inti Data Utama (IDU) telah membantu ratusan perusahaan skala kecil dan menengah mencapai potensi maksimal mereka. Selama lebih dari 20 tahun, Inti Data Utama (IDU) telah mapan sebagai penyedia solusi ERP terkemuka di Indonesia. Keahlian ini menjadikan mereka pilihan utama untuk kebutuhan transformasi digital bisnis Anda.
Kami bekerja sama dengan mitra kelas dunia seperti SAP dan Microsoft untuk memberikan solusi teknologi yang tepat guna. IDU telah melayani lebih dari 250 klien di Indonesia dan Asia. Ini membuktikan kemampuan kami meningkatkan efisiensi serta produktivitas bisnis di sektor manufaktur, distribusi, dan ritel.
Berkantor pusat di Jakarta, IDU memiliki cabang di Bandung dan Surabaya. Ini memungkinkan kami melayani pelanggan secara luas serta menyeluruh di seluruh Indonesia dan Asia.
Di tengah perkembangan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk bekerja lebih efisien, cepat, dan terintegrasi. Salah satu solusi yang banyak digunakan untuk menjawab tantangan tersebut adalah sistem ERP (Enterprise Resource Planning). Salah satu ERP yang populer di kalangan perusahaan kecil hingga menengah adalah SAP Business One, yang dikembangkan oleh SAP.
SAP Business One adalah sebuah perangkat lunak ERP yang dirancang khusus untuk membantu perusahaan mengelola seluruh proses bisnis dalam satu sistem terintegrasi. Dengan menggunakan SAP Business One, perusahaan dapat mengelola berbagai aspek operasional seperti keuangan, penjualan, pembelian, hingga manajemen inventaris secara lebih terstruktur dan efisien. Sistem ini memungkinkan semua data tersimpan dalam satu platform, sehingga memudahkan akses dan pengelolaan informasi secara real-time.
Pentingnya SAP Business One bagi Perusahaan Skala Menengah
Bagi perusahaan skala menengah yang sedang berkembang, penggunaan SAP Business One menjadi sangat penting. Salah satu alasan utamanya adalah kemampuan sistem ini dalam mengintegrasikan seluruh data bisnis ke dalam satu platform. Dengan integrasi ini, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan akibat duplikasi data serta meningkatkan koordinasi antar divisi.
Selain itu, SAP Business One juga membantu meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi berbagai proses bisnis. Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi biaya operasional yang tidak perlu. Keunggulan lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan sistem dalam menyediakan data secara real-time. Dengan adanya data yang akurat dan terkini, manajemen dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat.
SAP Business One juga memiliki tingkat skalabilitas yang tinggi, sehingga perusahaan menengah dapat beroperasi dengan lebih baik dan cepat, memberikan kontrol lebih besar atas arus transaksi, serta memperkuat fondasi untuk pertumbuhan yang lebih besar.. Hal ini menjadikannya solusi yang ideal bagi perusahaan yang sedang melakukan ekspansi. Selain itu, sistem ini memberikan kontrol dan transparansi yang lebih baik terhadap seluruh aktivitas bisnis, sehingga dapat meminimalisir risiko kesalahan maupun kecurangan.
Manfaat SAP Business One untuk Bisnis
Melakukan Financial Management, membantu perusahaan mengelola aktivitas keuangan secara menyeluruh, mulai dari transaksi perbankan hingga otomatisasi akuntansi. Dengan sistem ini, arus keuangan bisnis menjadi lebih rapi dan efisien.
Meningkatkan Hubungan dengan Pelanggan, Melalui fitur sales & customer management, SAP Business One dapat mengelola proses penjualan dan data pelanggan dengan baik. Informasi ini membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan, meningkatkan kepuasan, dan merespons lebih cepat.
Menemukan Berbagai Keperluan Perusahaan, Sistem SAP mengelola data secara otomatis dan terpusat, sehingga memudahkan pencarian informasi kapan saja. Cukup dengan memasukkan data tertentu, seperti nomor faktur, perusahaan bisa langsung melihat riwayat transaksi terkait.
Mendukung Pengembangan Bisnis, SAP Business One mendukung ekspansi bisnis hingga ke tingkat internasional dengan berbagai versi negara dan bahasa. Hal ini memudahkan perusahaan berkembang tanpa perlu mengganti sistem.
Investasi Bisnis, Penggunaan SAP Business One merupakan investasi jangka panjang karena sistemnya fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan pertumbuhan bisnis, Sehingga penggunaannya akan sesuai dengan pengertian SAP Business One itu sendiri, dalam skala bisnis anda yang baru.
Apakah SAP Business One Bisa Digunakan Di Berbagai Bisnis?
Bukan hanya bisa, SAP Business One juga sangat relevan untuk berbagai jenis bisnis. Sistem ini dikembangkan secara fleksibel untuk mendukung kebutuhan keuangan dan back-office perusahaan. Selain itu, SAP Business One telah digunakan oleh lebih dari 83.000 perusahaan di seluruh dunia.
Perusahaan Trading, Perusahaan trading dapat mengelola penjualan dan pembelian secara terintegrasi. Sistem ini memudahkan pengawasan hutang dan piutang secara real-time. Selain itu, perusahaan dapat memantau stok agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan barang.
Perusahaan Manufaktur, SAP Business One membantu perusahaan manufaktur mengelola demand dan forecast dengan lebih baik. Sistem ini juga mendukung penjadwalan pengiriman kepada pelanggan. Selain itu, perusahaan dapat mengelola Bill of Material (BOM) dan memantau biaya produksi secara akurat. Rantai pasok material pun dapat diatur agar proses produksi berjalan lebih efisien.
Perusahaan Jasa, Perusahaan jasa dapat mencatat setiap permintaan pekerjaan dari pelanggan dengan lebih mudah. Sistem ini juga membantu mengatur skema penagihan yang sesuai. Di sisi lain, pengeluaran untuk setiap proyek dapat dipantau secara detail. Dengan demikian, risiko pekerjaan yang tidak tertagih dapat diminimalkan.
F&B dan Retail, Pada industri F&B dan retail, SAP Business One dapat terhubung dengan sistem kasir di setiap outlet. Seluruh transaksi dapat dicatat secara terpusat dan real-time. Selain itu, perusahaan dapat memantau biaya, pendapatan, dan kinerja masing-masing outlet. Informasi tersebut sangat membantu dalam proses ekspansi maupun evaluasi bisnis.
SAP Business One memiliki fitur back-office yang lengkap dan sesuai regulasi keuangan Indonesia. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan barcode, POS, payment gateway, omnichannel, dan WMS. Tidak hanya itu, aplikasi mobile dan Business Intelligence sudah tersedia dalam satu paket. Oleh karena itu, SAP Business One menjadi solusi ERP yang relevan bagi perusahaan kecil dan menengah.
Hubungi Kami
Sejak 1999, Inti Data Utama (IDU) telah membantu ratusan perusahaan skala kecil dan menengah mencapai potensi maksimal mereka. Selama lebih dari 20 tahun, Inti Data Utama (IDU) telah mapan sebagai penyedia solusi ERP terkemuka di Indonesia. Keahlian ini menjadikan mereka pilihan utama untuk kebutuhan transformasi digital bisnis Anda.
Kami bekerja sama dengan mitra kelas dunia seperti SAP dan Microsoft untuk memberikan solusi teknologi yang tepat guna. IDU telah melayani lebih dari 250 klien di Indonesia dan Asia. Ini membuktikan kemampuan kami meningkatkan efisiensi serta produktivitas bisnis di sektor manufaktur, distribusi, dan ritel.
Berkantor pusat di Jakarta, IDU memiliki cabang di Bandung dan Surabaya. Ini memungkinkan kami melayani pelanggan secara luas serta menyeluruh di seluruh Indonesia dan Asia.
Sekilas, proses pengadaan tampak seperti prosedur yang sederhana dan lugas. Sebagian orang beranggapan bahwa proses pengadaan hanya mencakup identifikasi barang yang dibutuhkan, penerimaan pesanan, dan pembayaran.
Namun, proses pengadaan, sama seperti semua fungsi bisnis utama lainnya, merupakan proses bertahap dan berlapis. Setiap tahap harus dikelola dengan baik agar dapat memenuhi tujuan pengadaan, yang mencakup memperoleh nilai terbaik untuk uang dalam semua kegiatan pengadaan. Karena proses ini luas dan melibatkan banyak faktor, proses ini sering disalahpahami oleh banyak manajer di perusahaan.
Bagaimana mungkin proses yang sederhana terlihat begitu rumit? Silakan baca terus dan kami harap Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tahapan-tahapan dalam proses pengadaan serta perbedaan antara pengadaan manual dan digital.
Apa Itu Proses Pengadaan?
Untuk menjaga agar proses manajemen pengadaan tetap adil, transparan, dan efisien, pemahaman yang baik tentang alur proses pengadaan sangatlah penting. Diagram alur di bawah ini merangkum langkah-langkah penting dalam proses pengadaan.
Langkah-langkah dalam Proses Pengadaan
Untuk menjaga agar proses manajemen pengadaan tetap adil, transparan, dan efisien, pemahaman yang baik tentang alur proses pengadaan sangatlah penting. Diagram alur di bawah ini merangkum langkah-langkah penting dalam proses pengadaan.
Identifikasi Kebutuhan, Untuk menjaga agar proses manajemen pengadaan tetap adil, transparan, dan efisien, pemahaman yang baik tentang alur proses pengadaan sangatlah penting. Diagram alur di bawah ini merangkum langkah-langkah penting dalam proses pengadaan.
Permintaan Pembelian, Permohonan pembelian diajukan oleh pemohon internal yang meminta bantuan tim pengadaan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah ada.
Peninjauan Permohonan, Selama proses peninjauan, manajer fungsional atau kepala departemen meninjau paket permohonan. Memastikan kembali apakah ada kebutuhan yang sebenarnya untuk barang atau jasa yang diminta. Lalu memverifikasi ketersediaan dana yang diperlukan. Permohonan pembelian yang disetujui menjadi PO. Permohonan yang ditolak dikembalikan kepada pemohon dengan alasan penolakan.
Manajemen Pesanan, Pemasok mengirimkan barang/jasa yang dijanjikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Setelah menerima, pembeli memeriksa pesanan. Lalu memberi tahu vendor jika ada masalah dengan barang yang diterima. Tiga dokumen disusun dan direkonsiliasi:
Pesanan pembelian
Nota penerimaan barang
Faktur
Persetujuan Faktur dan Penyelesaian Sengketa, Setelah proses three-way matching selesai, faktur disetujui. Faktur kemudian diteruskan ke bagian pemrosesan pembayaran sesuai dengan norma organisasi.
Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian dan memastikan keakuratan transaksi. Ketidaksesuaian harus ditangani segera setelah ditemukan.
Seperti apa proses pengadaan tradisional?
Sejak akhir 2015, pengadaan telah mengalami perubahan signifikan. Proses ini berkembang dari fungsi taktis menjadi proses strategis yang terdigitalisasi. Dalam cara pengadaan tradisional, pekerjaan ditangani secara manual, sangat bergantung pada lembar Excel, dokumen kertas, serta email dan panggilan telepon untuk berinteraksi dengan pemasok. Pendekatan semacam ini memakan waktu dan biaya, serta lebih rentan terhadap kesalahan dan kehilangan dokumen.
Tujuan dari pendekatan tradisional ini hanyalah untuk memperoleh barang dan jasa dalam jumlah yang tepat dengan harga dan waktu yang tepat. Jika kita memandang pengadaan hanya sebagai mekanisme pembelian jangka pendek alih-alih sebagai komponen penting dari operasi bisnis, kita mungkin akan mengabaikan nilai yang dapat ditawarkan oleh pendekatan strategis. Pengadaan manual merugikan potensi kinerja operasional dan keuangan suatu organisasi, karena menghabiskan waktu pada tugas-tugas kecil dan berulang yang gagal menghasilkan penghematan atau keuntungan. Tugas-tugas ini bisa berupa apa saja, mulai dari persetujuan, penulisan RFx, kontrak, negosiasi, hingga pembahasan penawaran.
Jika Anda menghadapi masalah yang kami sebutkan di atas, inilah saatnya bagi Anda untuk memindahkan proses pengadaan ke platform digital tunggal. Tahukah Anda mengapa? Karena hal ini merampingkan dan mempercepat semua aktivitas dari sumber hingga pembayaran, sehingga menciptakan peluang untuk menghasilkan nilai dan penghematan yang lebih besar. Beralih ke e-Procurement mungkin akan membuat karyawan dan lingkungan Anda berterima kasih kepada Anda. Oleh karena itu, kami telah membuat daftar perbedaan antara pengadaan tradisional dan digital agar Anda memiliki gambaran yang lebih baik tentang cara kerja e-Procurement.
Perbandingan Antara Pengadaan Tradisional dan Digital
1.Mencari Vendor
Dalam pengadaan tradisional, pencarian vendor dilakukan secara manual melalui katalog, telepon, atau tatap muka, yang sering memakan waktu karena melibatkan negosiasi langsung. Sementara itu, pengadaan digital memungkinkan perbandingan ratusan katalog online sekaligus serta komunikasi yang lebih cepat dengan pemasok, sehingga proses pemesanan bisa dilakukan secara langsung melalui perangkat seperti laptop atau smartphone.
2. Permintaan Pembelian
Pada pengadaan tradisional, permintaan pembelian diajukan dalam bentuk kertas dengan detail lengkap dan proses persetujuannya bisa memakan waktu hingga 3 hari atau lebih. Sebaliknya, pengadaan digital memungkinkan pembuatan dan persetujuan dilakukan dalam sistem secara otomatis sesuai ketentuan, sehingga prosesnya jauh lebih cepat, bahkan bisa selesai dalam kurang dari 1 hari.
3. Pesanan Pembelian
Dalam sistem tradisional, pesanan pembelian dibuat dan disetujui secara manual lalu dikirim ke vendor melalui faks atau surat. Sedangkan dalam e-procurement, pesanan dapat dibuat, disetujui, dan dikirim secara digital dengan cepat, sehingga vendor bisa segera menerima dan mengonfirmasi pesanan tersebut.
4. Pelacakan Pesanan
Pada pengadaan tradisional, pelacakan pesanan dilakukan dengan menghubungi pemasok melalui telepon atau email setelah pesanan dikonfirmasi. Namun, dalam e-procurement, pelacakan dapat dilakukan secara online melalui sistem, sehingga lebih praktis dan transparan.
5 Manfaat Utama Mendigitalkan Proses Pengadaan Anda
Sejak pandemi, bisnis sedang bertransformasi dan beradaptasi dengan dunia teknologi. Jadi, inilah saatnya bagi Anda untuk mempertimbangkan sistem e-Procurement yang akan memungkinkan Anda menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat.
Berikut adalah lima manfaat utama beralih ke sistem e-Procurement:
Kecepatan Transaksi yang Meningkat, E-Procurement mempercepat proses transaksi karena tidak lagi bergantung pada jam kerja atau intervensi manual. Persetujuan dapat otomatis menjadi pesanan pembelian, pengiriman ke vendor berjalan cepat, dan faktur langsung diproses setelah barang diterima, sehingga waktu pemrosesan jauh lebih singkat.
Pengurangan Biaya, Pengadaan elektronik membantu menekan biaya dengan mengurangi pesanan berulang, memanfaatkan diskon pembelian dalam jumlah besar, serta menghilangkan biaya administrasi berbasis kertas seperti pengiriman dokumen.
Menghilangkan Dokumen Kertas, Dengan e-Procurement, semua dokumen disimpan secara digital sehingga lebih mudah dicari dan dikelola. Hal ini juga mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan fisik dan membuat proses lebih efisien.
Pilihan Pemasok yang Lebih Luas, E-Procurement memungkinkan akses ke lebih banyak pemasok melalui platform digital, sehingga perusahaan dapat membandingkan berbagai penawaran dengan lebih mudah dan memilih opsi terbaik.
Pilihan Pemasok yang Lebih Luas, Sistem e-Procurement membantu meningkatkan kepatuhan terhadap standar perusahaan dengan memudahkan akses ke vendor resmi dan katalog terstandarisasi, sehingga proses pembelian lebih terkontrol dan efisien.
3 Cara untuk Mengevaluasi Proses/Kinerja Pengadaan yang Baik
Sekarang setelah Anda mengetahui mengapa semakin banyak bisnis yang mengadopsi sistem e-Procurement, Anda mungkin merasa sulit untuk mengukur efektivitas proses pengadaan Anda. Jangan khawatir, kami telah membuat daftar cara-cara untuk mengevaluasi proses pengadaan yang baik.
1.Waktu Siklus Pengadaan
“Waktu siklus pengadaan” mengacu pada waktu yang dibutuhkan mulai dari mengajukan permintaan hingga menerima barang. Menghilangkan waktu siklus yang lama terkait pengadaan barang dan jasa adalah cara yang baik untuk membantu Anda menghemat biaya pengadaan. Tahukah Anda bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menerima produk yang dipesan dapat dipersingkat secara signifikan dengan mengotomatiskan proses pengadaan Anda bersama vendor? Ini berarti Anda dapat menerima barang yang dibutuhkan untuk proyek-proyek utama lebih cepat dan juga membantu meningkatkan efisiensi.
2. Penghematan Biaya
Penghematan biaya tetap menjadi metrik fundamental dan vital untuk mengukur efektivitas fungsi pengadaan. Kami tahu bahwa biaya yang dikeluarkan pada setiap faktur dan pesanan pembelian bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Namun, survei APQC terbaru menunjukkan bahwa organisasi yang menggunakan metode manual akan memiliki biaya pemrosesan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan sistem pengadaan otomatis seperti ADAM. Jadi, kami siap membantu Anda mengurangi biaya terkait pengadaan.
3. Kinerja Vendor
Kita semua tahu bahwa vendor adalah pihak eksternal kunci yang memiliki dampak langsung terhadap kinerja pengadaan. Manajemen kinerja vendor di sini merujuk pada pemantauan dan analisis keandalan, kualitas, dan kinerja vendor perusahaan Anda. Memantau vendor akan membantu bisnis Anda meningkatkan produktivitas dan keuntungan, menurunkan tingkat persediaan dan biaya inventaris, serta meningkatkan kepuasan pelanggan (baik internal maupun eksternal). Ada beberapa metrik kinerja vendor umum yang harus diperhatikan perusahaan Anda, seperti waktu pengiriman, keterlambatan komunikasi, dan daya saing harga.
Digitalisasi dalam Pengadaan
Pengadaan digital, yang juga dikenal sebagai e-Procurement, sedang mengubah pengadaan B2B dengan mengotomatiskan proses pembelian dan membantu bisnis serta vendor dalam memberikan hasil yang lebih baik. Penerapan perangkat lunak e-Procurement telah mengurangi biaya setiap langkah dalam siklus pengadaan sekaligus meningkatkan efisiensi.
Sifat global dari proses pengadaan terlihat jelas saat wabah Covid-19 melanda seluruh dunia. Seluruh dunia dilanda kekacauan saat kebijakan lockdown diberlakukan. Namun, dengan ADAM, Anda dapat menciptakan proses manajemen pengadaan yang dinamis yang memberikan Anda keunggulan taktis. Di masa pandemi Covid-19 ini, kami ingin mendampingi Anda untuk mengatasi semua tantangan dalam proses pengadaan.
Ingin tahu lebih banyak tentang e-Procurement dan cara merespons tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi ini? Temukan informasi lebih lanjut tentang hal ini di sini.
FAQ
Apa itu pengadaan? Pengadaan adalah proses mencari, memilih, dan memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan perusahaan dari vendor melalui pembelian langsung, penawaran kompetitif, atau proses tender untuk memenuhi tujuan bisnisnya.
Apa saja 7 tahap pengadaan?
Identifikasi barang atau jasa yang dibutuhkan
Identifikasi pemasok potensial dan pilih yang paling memenuhi syarat
Ajukan permintaan pembelian
Terbitkan pesanan pembelian kepada pemasok yang dipilih
Terima faktur dan pesanan
Bayar barang atau jasa
Catat untuk audit
Apa itu alur proses pengadaan? Alur proses pengadaan adalah kerangka kerja yang menggambarkan bagaimana pembelian dan pengadaan berlangsung atau dilakukan di dalam sebuah perusahaan. Secara umum, alur proses pengadaan mencakup 7 tahap di atas.
Apa itu siklus pengadaan? Siklus pengadaan mendefinisikan proses langkah demi langkah untuk menentukan kebutuhan perusahaan dalam memperoleh suatu produk atau kontrak.
Hubungi kami
Proses procurement atau pengadaan yang modern biasanya melibatkan solusi digital seperti e-procurement system. Sistem ini dirancang untuk membantu proses yang biasanya tidak tercakup di proses pengadaan atau purchasing secara general. Di era banyak perusahaan menggunakan ERP, biasanya sistem ERP sudah memiliki modul purchasing yang terintegrasi. Tapi tidak semua sistem ERP memiliki fungsi untuk sourcing atau pencarian dan pengelolaan vendor. Padahal jika kita lihat pada alur proses procurement di atas terdapat fungsi seperti RFQ, Pencarian Vendor, Pengelolaan Kontrak, dll, yang juga merupakan satu kesatuan proses Procurement. Sehingga di banyak perusahaan, proses yang tidak termasuk dalam fungsi ERP umumnya ini dilakukan oleh bagian pengadaan atau legal secara manual.
SupplyCart Adam adalah solusi e-procurement yang telah digunakan di puluhan perusahaan di Asia, memberikan kemudahan untuk proses Procurement seperti:
Vendor Registration
RFQ dan RFx
Tender Qualification
Awarding
Hingga integrasi proses Procure to Pay dengan ERP
Dengan eProcurement Adam, perusahaan yang sudah menggunakan ERP bisa memiliki proses procurement yang ter-digitalisasi secara penuh. Sehingga akan mengefisiensikan proses, mengurangi kompleksitas pengelolaan dokumen, dan meningkatkan keamanan dan akuntabilitas proses.
Hubungi tim kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang e-procurement Adam.